Dua isme bisa nampak pada kloset : jika penutupnya terbuka, memamerkan lubang berair, lelaki itu pasti yang terakhir berkedudukan di situ. Namun jika tertutup rapi, itu pasti aksi istrinya. Satu kali saja pernah perempuan itu menegur untuk selalu menutup kloset. Kloset terbuka selalu menjijikkannya betapapun nampak bersih dan baru saja kuyup oleh antiseptik.
Barangkali suaminya menganggap hal tersebut tak penting. Ia tak pernah menutup kloset. Istrinya lalu membiarkan. Saban perempuan itu masuk dan melihat kloset terbuka, ia menutupnya.
Setiap hendak tidur, perempuan itu menurunkan tirai. Tetapi jika lelaki itu masuk, ia menyingkap tirai itu separuh, membiarkan berkas rembulan atau lampu menyerobot. Perempuan itu mencela. Mengapa memangnya ? Lelaki itu bertanya sembari memeluk guling. Perasaanku tidak enak, seolah ada seraut tampang mengintip, balas perempuan itu.
Demikian keduanya hidup bersama. Lelaki tak menutup kloset, perempuan datang menutupnya. Perempuan menurunkan tirai, lelaki menyibaknya separuh lalu ketika lelaki itu pulas, perempuan kembali menurunkannya.
0 komentar:
Post a Comment