21 May 2010

MERINDUKAN MAK

Dua patah kata belaka, Mak. Mungkin Aku dan Adik bisa memahami mengapa kau tak pernah menyiapkan makan untuk kami, tidak bisa menemani kami belajar, tidak mendekap ketika kami tergolek tidur di kasur berbau peluh, ompol Adik dan rokok Bapak.  Mak meretas waktu seperti kuli serabutan bahkan ketika kebanyakan manusia tertidur.  Bapak teronggok di petak kita, menyesap rokok yang dibelinya di warung sebatang-sebatang, menyeruput kopi hitam,  nonton bola.  Mak yang beli gula dan kopi.  Mak yang bayar sekolah kami.  Bapak menjadi benar-benar Bapak hanya ketika keluarganya di kampung minta uang.  Ia bisa mengayuk becak yang Mak beli, jadi tukang ojek atau menggali sumur, tapi uangnya bukan untuk Mak, Aku atau Adik.


Tapi aku merindukan Mak bertutur seperti emak kawan-kawanku yang memanggil anak-anaknya Nak dan Sayang, tidak melulu menghardik kami yang kata Mak tidak bisa diatur, bandel, bodoh, tidak karuan dan ngeyelan.  Aku sedih Mak melihat kepala Nadhila diusap Bundanya, dipanggil Nak dan Sayang Bundanya.  Aku tahu Mak tidak bisa membawa kami makan di Mal, membelikan kami roti di Parsley, atau membacakan Aku dan Adik buku cerita.  Mak bilang bukan orang sekolahan dan tidak punya banyak uang.


Aku tahu sembari mengomel dan bertengkar dengan Bapak, butiran air mata rembes dari ujung mata Mak.  Mak capek, bukan? Hari ini bulek dari kampung datang.  Biasanya hal itu pertanda Bapak segera giat bekerja dan nampak jadi Bapak beneran.  Tapi biasanya minta ongkos pulang ke Wonosari pada Mak untuk menyetor hasil kerja kerasnya.


Asalkan Mak menyebut kami Nak dan Sayang, biarlah kami bikin mie instan sepulang sekolah.  Aku dan Adik kepengen banget diperlakukan lembut serupa Nadhilah. Mak mencintai kami, bukan ?

2 komentar:

icha tapjani said...

Sedihnya..

Yari NK said...

Se"buruk" apapun seorang emak, ia tetap emak kita, yang melahirkan kita. Seorang emak pasti ada kelebihan dan kekurangan masing2. Ketika menjadi orang tua kita akan merasakannya nanti. Mudah2an kita semua dapat menjadi orang tua yang baik...