15 March 2010

EMAIL YEVITA UNTUK TORO (2)



Ya, sepertinya benar juga selentingan berita kau pacaran dengan kawan kuliahmu di pascasarjana.  Jadi aku maklum kau tiba-tiba berbaik hati mendoakan jodoh terbaik untukku  lalu  menyebut diri  lelaki yang tidak cocok untukku.   Memang itu gaya baik hati untuk meloloskan diri, Toro.   


Ada bocoran perempuan itu lebih menarik, pekerjaannya lebih baik dan anak tunggal.  Memang aku prospek menyedihkan.  Seorang perawat bergaji kecil dengan enam adik.  Berpacaran denganmu sepuluh tahun,  bersetia dungu menunggumu melamar,  kini diberkahi sebutan 'saudara',  dan dirahmati doa dan harapan terbaik darimu.   Sungguh manis sekali.  Semanis air sungai yang membelah kotamu.


Jawabanku : tidak.   Aku menunggu perasaanmu kembali ke tempar semula.   Jika katamu perasaaan bisa bermetamorfosis,  sepuluh tahun kemudian, dengan perempuanmu itu,  akankah lalu kau kembali jadi kepompong yang mencari-cari tempat melekat?


Yevita.

0 komentar: